aku hampir menyerah karena lelah menyimpan setiap beban sendirian.. tapi
semua berjalan baik² saja sekarang, tuhan meyakinkan ku bahwa aku bisa melewati semuanya
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan populer dari blog ini
-
Pernahkah kamu merasa berjalan dalam gelap? Melangkah, tapi tak tahu ke mana. Bertanya, tapi tak ada jawaban. Berharap, tapi yang datang hanya sunyi. Aku pernah Aku pernah mencari-cari makna di balik setiap luka, menggenggam erat harapan yang perlahan memudar. Aku bertanya berkali-kali, kenapa ini harus terjadi padaku? Aku mencoba memahami, mencoba berdamai, mencoba meyakinkan diri bahwa semua ada sebabnya. Tapi semakin aku mencari jawaban, semakin aku tersesat. Ada sesuatu yang pelik tentang kehilangan—ia bukan hanya tentang sesuatu yang pergi, tapi juga tentang kekosongan yang tertinggal. Aku merasa seperti menggapai sesuatu yang tak bisa kuraih, semakin mendekat, semakin menjauh. Aku berusaha melawan, bertahan sekuat tenaga. Namun semakin aku melawan, semakin aku lelah. Semakin aku berusaha mengerti, semakin aku kehilangan diriku sendiri. Sampai akhirnya aku berhenti . Mungkin ini bukan tentang menemukan jawaban. Bukan tentang meminta dunia agar mengerti. Bukan tentang mempertanyaka...
seiring waktu berjalan, aku mengerti kalau semua memang ada batasnya. yang paling sering ter-uji itu kesabaran. dan sesuatu yang berlebihan memang tidak baik untuk dikonsumsi.
Matahari menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat, kita berdiri kaku tanpa sepatah kata menghadap swastamita. Kombinasi hamburan warna biru dengan atmosfer bumi membuatnya terasa indah, Namun, yang indah belum tentu selamanya, bahagia tak selalu hadir dengan keceriaan. Kadang kita harus paham, dimana datang kebahagiaan akan datang sebuah kesedihan Semua pasti berakhir, Semua pasti memudar, seiring berjalan waktu. Sebagaimana perasaanmu yang dulu selalu terlihat tulus. tiba-tiba berubah drastis seiring waktu. semuanya tentang waktu, waktu yang mempertemukan kita menjadi sebuah rasa, waktu yang memisahkan kita karena hilangnya rasa. Dan bertahan hanya tentang waktu, sampai mana bunga yang di awetkan akan menjatuhkan kelopak indahnya — hanya waktu yang memakan keindahannya bukan? Karena kita tahu, waktu selalu menjadi pemisah dalam aspek manapun, termasuk pertemuan.
Komentar
Posting Komentar