Postingan

maaf?

Hanya karena diriku membuat satu kesalahan, apakah diriku akan terus selalu buruk dimata anda? hey dengar, setiap orang punya kesalahan tp bukan berarti dia adalah orang paling hina. 

apakah pantas jika aku mendapatkannya?

terkadang aku merasakan, bahwa aku tidak pantas lagi untuk di cintai oleh siapa pun. terkadang aku merasakan, bahwa aku tidak pantas lagi untuk di dambakan oleh siapa pun. terkadang aku merasakan, bahwa aku tidak pantas lagi untuk menjadi milik — Nya. terkadang aku merasakan, bahwa aku tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan. namun, dia, datang dengan sebuah kalimat yang membuatku percaya lagi dengan apa arti cinta dan keajaiban kasih sayang yang di berikan oleh — Nya. "tolong, jangan merasa bahwa kamu tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan ini. kamu pantas. sangat pantas. kebahagiaanmu, kebahagiaanku. kesedihanmu, kesedihanku."

hehe

Saat kau membutuhkan sandaraan, bersandarlah.. ku tau kau lelah, bahuku cukup kuat untuk menahan beban tubuh mu, tapi hatiku tak sanggup melihat tangismu

mamah

Gambar
Mah, setidak bergunanya kah eksistensiku ini? sakit mah, sakit karena seolah jiwaku dirusak perlahan dengan kata-katamu itu. Mah, aku rindu. rindu pelukmu, senyum hangatmu,  dan masa lalu yang penuh dengan  canda tawamu. Mamah sakit, aku tau itu. lalu haruskah aku yang mengatasinya? harus aku yang terpaksa bilang iya? aku juga sakit mah, aku lelah diperlakukan seperti tidak diinginkan. aku anakmu, walaupun aku bukan orang yang spesial dimatamu dan walaupun aku bukan kesayanganmu. Aku ini darah daging mu mah. dari aku, salah satu anakmu yang selalu saja mengeluh, dan sekali lagi maafkan aku.

batas

seiring waktu berjalan, aku mengerti kalau semua memang ada batasnya.  yang paling sering ter-uji itu kesabaran.  dan sesuatu yang berlebihan memang tidak baik untuk dikonsumsi.
Pernahkah kamu merasa berjalan dalam gelap? Melangkah, tapi tak tahu ke mana. Bertanya, tapi tak ada jawaban. Berharap, tapi yang datang hanya sunyi. Aku pernah Aku pernah mencari-cari makna di balik setiap luka, menggenggam erat harapan yang perlahan memudar. Aku bertanya berkali-kali, kenapa ini harus terjadi padaku? Aku mencoba memahami, mencoba berdamai, mencoba meyakinkan diri bahwa semua ada sebabnya. Tapi semakin aku mencari jawaban, semakin aku tersesat. Ada sesuatu yang pelik tentang kehilangan—ia bukan hanya tentang sesuatu yang pergi, tapi juga tentang kekosongan yang tertinggal. Aku merasa seperti menggapai sesuatu yang tak bisa kuraih, semakin mendekat, semakin menjauh. Aku berusaha melawan, bertahan sekuat tenaga. Namun semakin aku melawan, semakin aku lelah. Semakin aku berusaha mengerti, semakin aku kehilangan diriku sendiri. Sampai akhirnya aku berhenti . Mungkin ini bukan tentang menemukan jawaban. Bukan tentang meminta dunia agar mengerti. Bukan tentang mempertanyaka...